Category: Penanganan Diabetes Melitus Dengan Insulin Menjadi Bahan Pembicaraan Negatif atau Positif

Penanganan Diabetes Melitus Dengan Insulin Menjadi Bahan Pembicaraan Negatif atau Positif

Menangani Diabetes Melitus dengan Terapi Insulin

Penangan diabetes melitus dengan insulinPenangan diabetes melitus dengan insulin merupakan cara penanganan penyakit diabetes melitus dengan menyuntikkan insulin pada penderita. Insulin merupakan hormon yang dapat mengubah glukosa dalam darah manusia menadi glikogen. Orang yang menderita penyakit diabetes melitus memiliki tumpukan glukosa dalam darahnya. Ini karena mereka tidak memiliki hormon insulin untuk mengubah kandungan glukosa dalam darah mereka menjadi bentuk lain. Tingginya konsentrasi gula dalam darah penderita diabetes melitus umumnya menyebabkan air seni atau kencing mereka manis. Kandungan gula dalam air kending penderita diabetes melitus dapat ditengarai dengan air kencing yang dengan segera dikerumuni oleh semut.

Hormon insulin diproduksi dalam pankreas. Rusaknya sebagian kecil dari sel-sel betha atau langerhans pada pankreas akan mengganggu produksi insulin. Akibatnya, glukosa yang masuk dalam tubuh manusia tidak dapat diubah menjadi bentuk lain, yaitu glikogen. Jika tubuh tidak memproduksi sama sekali homon insulin, maka ini yang dinamakan diabetes tipe 1. Sedangkan apabila tubuh tetap memproduksi hormon insulin, namun dalam jumlah yang sedikit atau tidak mencukupi, ini yang dinamakan diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 1 disebut juga diabetes remaja. Ini karena kebanyakan penderita diabetes tipe 1 adalah anak-anak hingga remaja. Jika dibuat rentangan usia, penderita diabetes tipe 1 banyak terjadi pada usia di bawah 40 tahun. Apabila lebih dari 40 tahun biasanya banyak mengalami diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 ini merupakan penyakit autoimun yang menyerang bahkan menghancurkan sel-sel betha pembuat insulin dalam pankreas. Tidak diketahui pasti mengapa hal ini terjadi. Namun, penelitian kesehatan menemukan bahwa faktor genetik mempengaruhi hal ini.

Diabetes tipe 2 merupakan kondisi di mana tubuh masih memproduksi insulin dengan jumlah yang sedikit atau tidak mencukupi. Dengan demikian, insulin tidak dapat mengkover semua glukosa yang terdapat dalam tubuh untuk diubah menjadi glikogen. Hal ini banyak disebabkan oleh obesitas, khususnya orang-orang yang memiliki bagian badan berlebih pada sekitar perut. Selain itu, pengaruh genetik juga berpengaruh terhadap munculnya penyakit ini. Diabetes tipe 2 ini biasanya diderita oleh mereka yang berusia lanjut yaitu usia 40 ke atas. Salah satu cara mengatasi penyakit ini adalah melalui penangan diabetes melitus dengan insulin.

Penanganan Diabetes Melitus dengan Terapi Insulin

Penangan diabetes melitus dengan insulin dapat dilakukan pada penderita diabetes tipe 1 maupun penderita diabetes tipe 2.Penangan diabetes melitus dengan insulin ini merupakan keharusan bagi penderita diabetes tipe 1 karena kondisi yang tidak dapat memproduksi hormon insulin sendiri secara alami. Penderita diabetes tipe 1 harus melakukukan terapi insulin secara rutin karena jika tidak akan menyebabkan kematian. Terapi insulin bagi penderita diabetes tipe 1 ini merupakan keharusan.

Penangan diabetes melitus dengan insulinLain halnya dengan penderita diabetes tipe 2, pilihan penanganannya lebih banyak. Penanganan yang umum dilakukan adalah monitoring diet yang akan mengarahkan serta memantau diet penderita. Dengan cara ini diharapkan penderita dapat menurunkan berat badannya. Berat badan yang berlebih, khususnya pada area perut akan lebih berisiko akan rusaknya sel-sel penghasil hormon insulin. Selain itu, pada penderita diabetes tipe 2 ini juga dilakukan penangan diabetes melitus dengan insulin. Terapi insulin juga dilakukan pada penderita diabetes tipe 2.

Terapi insulin yang dilakukan pada penderita diabetes melitus dengan cara mengonsumsi pil yang memiliki kandungan untuk mendorong tubuh memproduksi insulin atau pil yang berfungsi untuk menekan kandungan gula dalam darah. Jika cara tersebut tidak memberikan hasil yang maksimal atau tidak berkerja, bahkan diabetes Anda semakin memburuk, maka perlu beralih pada injeksi insulin atau pompa insulin. Berbagai penangan diabetes melitus dengan insulin tersebut ternyata memiliki dampak sebagai berikut.

Dampak Penangan Diabetes Melitus dengan Insulin

Penangan diabetes melitus dengan insulin akan membantu tubuh untuk memproduksi dan menambah insulin. Namun, Penangan diabetes melitus dengan insulin juga dapat menimbulkan dampak. Jika Anda tidak cermat menghitung jumlah asupan insulin yang harus Anda konsumsi atau dokter tidak teliti dalam memberikan kadar insulin injeksi pada penderita diabetes melitus, maka akan berdampak gula darah yang rendah. Kadar insulin yang masuk dalam tubuh jika berlebihan akan menyerap semua kadar gula dalam darah. Hal ini merupakan awal mula gula darah rendah.

Gula darah rendah atau disebut dengan hipoglikemia dapat mengakibatkan pusing-pusing yang disertai dengan tubuh gemetar dan berkeringat. Selain itu, dapat membuat penderita pingsan bahkan mengancam jiwa. Hipoglikemia umumnya diderita oleh penderita diabetes tipe 1. Untuk itu penderita diabetes tipe 1 hendaknya harus hati-hati dalam menghitung asupan insulin yang harus dikonsumsi, baik melalui oral, injeksi, atau pompa. Selain itu penderita juga harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi dan tingkat aktivitasnya.

Mengasup insulin memang baik untuk memproduksi atau menambah insulin dalam darah, sehingga kelebihan kadar gula dapat teratasi dengan baik. Namun, mengasup insulin yang berlebih akan menyebabkan hipoglikemia. Berolah raga memang baik bagi kesehatan. Namun, bagi penderita diabetes harus berhati-hati. Hendaknya tidak berolah raga terlampau beras dan menguras tenaga. Hal ini karena akan memengaruhi turunnya gula darah dalam tubuh Anda. Selain itu, faktor makanan juga dapat memperngaruhi turunnya gula darah ini. Makanan seperti semangka, mentimun, dan sebagainya akan berpotensi menyebabkan hipoglikemia ini.

Jika Anda mengalami gejala hipoglikemia yang ditandai dengan pusing disertai tubuh bergetar dan berkeringat, sebaiknya Anda mengambil tindakan yang dapat menyelamatkan diri Anda sendiri. Yaitu dengan cara meningkatakn kadar gula dalam tubuh. Seperti mengonsumsi obat penambah gula darah. Obat ini mengandung glukosa yang cepat terserap oleh tubuh. Selain itu, tindakan kecil lainnya yang dapat Anda lakukan adalah makan gula, makan permen, atau minum jus. Intinya adalah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula atau glukosa akan menyelamatkan Anda dari hipoglikemia ini dengan cepat.

Penanganan Diabetes Melitus pakai TNOTampaknya penangan diabetes melitus dengan insulin masih menuai dampak, terlebih pada penderita diabetes tipe 1. Anda dapat melakukan penanganan diabetes selain menggunakan terapi insulin. Pengobatan herbal merupakan pilihan dalam menangani diabetes melitus ini. Pengobatan herbal menggunakan tumbuhan alami sebagai obat untuk mengatasi penyakit yang diderita. Salah satu obat herbal yang terbukti dapat mengatasi diabetes melitus adalah TNO. TNO atau Tahitian Noni berasal dari tanaman buah herbal dari Tahiti yang telah terbukti dapat mengobati diabetes melitus dengan cara meningkatkan produksi sel betha pada pankreas secara alami. Sel betha ini merupakan penghasil hormon insulin pada tubuh Anda. Dengan TNO Anda akan bebas dari obat-obatan berbagan kimia. Selain itu TNO telah teruji keefektivannya dalam menyembuhkan penyakit diabetes melitus dengan cara menguji langsung pada penderita selama 12 tahun lamanya. Dengan demikian, pantaslah TNO menjadi langkah tuntas Anda dalam penyembuhan diabetes melitus. TNO dapat Anda pesan dengan di http://herbaldiabetesmelitus.com/. Siapkan diri Anda untuk mengucapkan selamat tinggal pada diabetes melitus yang menurunkan kualitas hidup Anda. Bangkit dan raihlah kesehatan Anda kembali.

Lihat juga info Penanganan Diabetes Melitus Secara Alami disini.