Mengenal Diabetes Melitus dan Penanganan Diabetes Melitus Secara Alami

Penanganan Diabetes Melitus Agar Terbebas Dari Obat Obatan, Insulin Dan Makanan

Penanganan Diabetes MelitusPenyakit diabetes melitus tentu sudah banyak di kenal oleh masyarakat. Penyakit ini biasa dikenal secara umum dengan istilah penyakit kencing manis. Penyakit ini cukup berbahaya karena biasanya penderita tidak sadar dengan gejalanya, selain itu sifat penyakit ini juga menahun. Penanganan diabetes melitus secara herbal atau alami kerap menjadi pilihan karena cara ini dirasa lebih aman.

Di Indonesia sendiri penderita penyakit diabetes melitus ini juga terus meningkat. Karena sifatnya yang menahun, masih sering didapati pasien diabetes melitus lama yang masih terus berobat. Penderita Diabetes Melitus harus terus melakukan proses pengobatan karena penyakit ini jika tidak ditangani sangat berpotensi menghasilkan komplikasi penyakit.

Sangat disarankan pada seluruh masyarkat untuk rutin melakukan check up kesehatan seperti tes gula darah ini. Pasalnya gejala yang biasa dialami penderita diabetes melitus tidak terlalu terasa karena sangat umum. Gejalanya diantaranya adalah selalu merasa haus, banyak makan dan minum tapi badan selalu merasa lemas, berat badan juga menurun dengan begitu derastis.

Gejala utama tadi biasanya tidak begitu jelas terasa dan sering tidak disadari oleh penderita. Terlambatnya penderita menyadari gejala dari diabetes melitus, akhirnya seringnya penderita datang ke dokter setelah meraskan gejala atau keluhan dari penyakit komplikasi karena diabetes melitus ini tidak ditangani dengan segera.

Mengenal Penyakit Diabetes Melitus

Penanganan-Diabetes-MelitusNormalnya kadar gula dalam darah berkisar antara 70 – 150 mg/dL (satuan UK) atau 4 – 8 mmol/l (satuan US) dengan 1 mmol/l = 18 mg/dl.

Kadar gula dalam tubuh seseorang akan meningkat dan akan turun saat pagi hari.  Kondisi hyperglycemia adalah kondisi jika kadar gula di dalam darah berada diatas angka normal, sedangkan kondisi hypoglycemia adalah kondisi saat seseorang kadar gula dalam darahnya turun hingga angka dibawah normal.

Diabetes mellitus adalah suatu jenis penyakit yang muncul dengan ditandai kadar gula dalam darah yang sangat tinggi. Tingginya kadar gula dalam darah ini disebabkan karena ada gangguan di sekresi insulin atau insulin mengalami gangguan kerja, bisa jadi penyebabnya karena keduanya.

Diagnosa Diabetes melitus didapatkan jika pemeriksaan gula darah mendapatkan hasil 126 mg/dl atau di angka lebih, dan hasil pemeriksaan kadar gula di dalam darah dalam rentan waktu 2 jam setelah puasa mencapai 180 mg/dl. Sedangkan pemeriksaan kadar gula darah yang dilakukan sewaktu-waktu bisa mendiagnosa seseorang mengalami diabetes jika hasilnya 140 mg/dL dan 200 mg/dL, apalagi jika lebih dari 200 mg/dL.

Tubuh penderita diabetes mellitus tidak akan bisa memproduksi atau tidak akan bisa merespon hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, karena hal itu kadar gula darah akhirnya meningkat dan tak terkontrol. Jika hal ini sudah terjadi, akan muncul komplikasi atau memicu penyakit lain baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Beberapa komplikasi yang akan muncul jika kadar gula darah terlalu tinggi atau terlalu rendah diantaranya seperti gatal – gatal yang tidak kunjung sembuh, keputihan yang terus terjadi dan tidak segera hilang meski sudah diobati, borok atau luka yang tidak kunjung kering, dan lainnya.

Tadi adalah beberapa penyakit yang masih sepele. Jika Diabetes melitus ini terlambat disadari, bisa memicu beberapa jenis penyakit yang lebih kronis diantaranya seperti : Gagal ginjal mulai dari tingkatan ringan sampai berat, mata menjadi kabur (bisa karena katarak atau kerusakan retina mata), gangguan di syaraf tepi (gejala yang dirasakan adalah kesemutan yang tak kunjung hilang), gangguan syaraf pusat sehingga bisa menganggu peredaran darah ke otak dan memicu resiko stroke, fungsi jantung akan bermasalah bahkan bisa menyebabkan penyakit jantung koroner, disfungsi pada organ liver mulai dari fatty liver hingga sirosis hati, gangguan di pembuluh darah sehingga memicu penyakit hipertensi dan penyakit arterosklerosis, memicu terjadinya impotensi karena syaraf-syaraf mengalami kerusakan, paru – paru beresiko diserang oleh penyakit tuberkulosis. Dll.

Panyakit diabetes melitus ini selain di diagnosis menggunakan gejala-gejala atau pemeriksaan fisik, perlu dilakukan juga pemeriksaan penunjang seperti  menggunakan alat-alat EKG, USG, pemeriksaan mata,  tensi meter, routgen dan pemeriksaan lainnya. Hal ini diperlukan untuk mengetahui komplikasi-komplikasi yang terjadi akibat masalah diabetes melitus ini.

Penderita Diabetes melitus ini ternyata diklasifikasikan dalam beberapa kelompok. Namun diatara beberapa kelompok tersebut, yang paling sering didapati adalah diabetes melitus tipe 1 dan diabetes melitus tipe 2.

Diabetes melitus tipe 1 atau Insulin Dependent Diabetes Melitus (IDDM) adalah penderita diabetes melitus yang harus bergantung pada terapi insulin untuk menjaga kehidupannya karena tubuh sudah sangat kekurangan hormon insulin.

Kekurangan hormon insulin ini disebabkan oleh hilangnya sel beta dari penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans di organ pankreas. Diabetes tipe 1 ini penderitanya kurang lebih sekitar 5% dari seluruh penderita diabetes melitus di Indonesia dan banyak ditemui diidap oleh balita, hingga anak-anak usia remaja.

Yang diduga paling banyak adalah diabetes melitus tipe 2 atau disebut Non Insulin Dependent Diabetes Melitus (NIDDM). Penderita diabetes tipe 2 ini pengobatannya tidak bergantung pada terapi insulin karena hormon insulinnya masih ada namun tidak bisa bekerja dengan semestinya. Di Indonesia jumlah penderita diabetes melitus sekitar 95% adalah penderita diabetes melitus tipe 2 ini.

Dua jenis diabetes tersebut adalah yang paling banyak ditemukan kasusnya. Beberapa jenis diabetes lainnya seperti diabetes karena kehamilan, diabetes karena adanya malnutrisi, diabetes karena efek penggunaan obat-obatan tertentu. Jenis-jenis ini ada, namun cukup sedikit kasusnya terutama di Indonesia.

Menangani Diabetes Melitus

Penanganan diabetes melitus bisa dilakukan melalui beberapa cara mulai dari penanganan medis hingga menggunakan bahan-bahan herbal. Beberapa bahan herbal yang bisa membantu mengontrol kadar gula dalam darah diantaranya seperti buncis, pare, gingseng, brotowali, dll.

Buncis adalah salah satu jenis sayuran yang bisa memicu produksi insulin, dengan demikian kadar gula dalam darah yang sebelumnya tinggi akan diturunkan hingga batas normal.

Penanganan Diabetes Melitus pakai TNO

TNO – Penanganan Diabetes Melitus

Pare mampu memperbaiki sel beta pangreas sehingga produksi insulin bisa berjalan dengan normal. Anda hanya perlu membuat jus pare dan meminumnya. Namun jangan mengkonsumsinya lebih dari batas wajar konsumsi harian karena bisa menyebabkan diare.

Begitu juga dengan gingseng dan brotowali, dua jenis rempah ini dipercaya bisa meningkatkan staminda dan juga menurunkan kadar gula darah ke batas normal sehingga Anda tetap pada kondisi sehat.

Namun ada suatu produk herbal alami yang bisa Anda gunakan sebagai terapi herbal untuk penyakit diabetes melitus ini. Produk herbal tersebut bernama TNO. Obat herbal dalam kemasan ini bisa Anda konsumsi untuk menjaga kadar gula darah tetap normal dan menyembuhkan Anda dari penyakit diabetes melitus.

TNO ini berbahan dasar buah noni yang asli dari Tahiti kemudian diekstrak menggunakan teknologi mumpuni sehingga kadar positif dari buah ini tidak hilang dan bisa dimanfaatkan dengan baik.

Untuk Anda yang ingin sembuh dari penyakit diabetes melitus, Anda bisa membeli produk TNO di http://herbaldiabetesmelitus.com. TNO siap membantu penanganan diabetes melitus secara alami dan tanpa efek samping.

Penanganan Diabetes Melitus Pakai TNO - Murah Penanganan Diabetes Melitus Pakai TNO - Murah

Penanganan Diabetes Melitus Pakai TNO - Murah
  Mohon Diisi Pak/Bu  
  Nama Depan Anda  
  Email Anda  
   

Undang Teman Anda ke Web Ini !

Penanganan Diabetes Melitus Pakai TNO - Murah

Herbal TNO

Untuk Harga dan Cara Pesan Produk TNO Silahkan

klik

Penanganan Diabetes Melitus Pakai TNO - Murah